Posts tagged with makassar

MAKASSAR – The Complete City Tour in Eastern Indonesia

Posted on October 3, 2010 by adminLeave a comment

Makassar is the capital of South Sulawesi. The city is known by a variety of interesting attractions to visit. One of them is Losari. On the beach that became the pride of the people of Makassar is, you can see the panoramic sunset views. Many tourists who say that this beach has a panoramic view of the world’s most beautiful sunset. No wonder if every evening hundreds of people had come to witness the panorama of the red sun that seemed to sink into the ocean while enjoying the sea breeze. In addition, you also can find a large enough culinary palaces along the coastal area which is located about three miles from the center of Makassar (Field Karebosi) this. There are dozens of cafes that provide a variety of foods and beverages.

Other attractions you can visit soon is Trans Studio Resort Makassar. Trans Studio is the largest indoor theme park in the world. This place has more than 20 rides games that attract children and adults. Its location not far from the beach Losari.

Moving into the middle of town, you can visit Fort Ujung Pandang (Fort Rotterdam), which is of Gowa Kingdom. Inside this complex you can also visit the Museum of La Galigo which is the central replica Gowa royal government. One legacy of the kingdom of Gowa is the famous literary manuscripts written on papyrus sheets 3,500 sheets entitled I La Galigo.

In addition, there are also other attractions that are not less interesting to visit, namely Bantimurung Waterfall. In the complex waterfall is located 45 kilometers north of Makassar, you can relax with the family by renting bungalows are available while enjoying the beautiful waterfall tours and clear. This tourist area is also a habitat for many species of rare butterflies. No wonder when the Dutch colonizers once called this place as the “Kingdom of Butterfly”.

There are 2 caves in the region Bantimurung waterfall, the Cave of Dreams and Batu Caves. Cave of Dreams is located much closer, while the Batu Caves is located on top near the waterfall with the distance even further. Near this place there are some traders who are selling various souvenirs beautiful butterflies that have been preserved in a glass box and the butterfly which is used as keychains.

You can enjoy the coolness and freshness of the air by visiting the city of Makassar Malino. This place is famous as the “Top of his” Makassar. In this place you also can enjoy the natural beauty, such as waterfalls, vegetable and pine plantations, horseback riding, and the most famous is enjoying the passion which is the mainstay commodity area.

When you visit to Makassar, do not forget to stop by and enjoy the culinary delights of the town. Among them is the Coto Makassar, Civil Sop, Sop Konro, Nyuknyang, Kapurung, ice Palubutung, and typical traditional snacks of this city, namely bananas Epe.
It feels incomplete to visit this city if they do not buy souvenirs typical of the local town. You can stop by to Jalan Somba Opu. In this place, you can find a variety of souvenirs, silk, silver to gold.

Click here to find CHEAP HOTELS in Makassar

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tags: , , , , , , , ,

Wisata ke Tanah Toraja – Sulawesi Selatan

Posted on February 24, 2010 by adminLeave a comment

Tanah Toraja, merupakan obyek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah Utara Makassar ini sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah adat ini bernama Tongkonan Atapnya terbuat dari bambu yang dibelah dan disusun bertumpuk, namun saat ini banyak juga yang menggunakan seng. Tongkonan ini juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat seperti strata emas, perunggu, besi dan kuningan.Saking begitu melekatnya image Tanah Toraja dengan bangunan rumah adatnya ini, sebagai bentuk promosi pariwisata dan untuk menggaet turis Jepang ke daerah ini, maka rumah adat pun dibangun di negeri “matahari terbit” itu. Bangunannya dikerjakan oleh orang Toraja sendiri dan diboyong pengusaha pariwisata ke negari sakura. Sekarang di Jepang, sudah ada dua Tongkonan yang sangat mirip dengan Tongkonan yang asli. Kehadiran Tongkonan selalu membuat kagum masyarakat negeri tersebut karena bentuknya yang unik. Perbedaannya dengan yang ada di Tanah Toraja hanya terletak di atapnya yang menggunakan bambu.

Masih banyak lagi daya tarik dari Tanah Toraja selain upacara adat rambu solo (pemakaman) yang sudah kesohor selama ini. Sebutlah kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 kilometer dari Rantepao, yang disiapkan bagi jenazah bayi berusia 0 – 7 tahun.

Meski mengubur bayi di atas pohon tarra itu sudah tidak dilaksanakan lagi sejak puluhan tahun terakhir, tetapi pohon tempat “mengubur” mayat bayi itu masih tetap tegak dan banyak dikunjungi wisatawan. Di atas pohon tarra yang buahnya mirip buah sukun yang biasa dijadikan sayur oleh penduduk setempat itu dengan lingkaran batang pohon sekitar 3,5 meter, tersimpan puluhan jenazah bayi.

Sebelum jenazah dimasukkan ke batang pohon, terlebih dahulu pohon itu dilubangi kemudian mayat bayi diletakkan ke dalam kemudian ditutupi dengan serat pohon kelapa berwarna hitam. Setelah puluhan tahun, jenazah bayi itu akan menyatu dengan pohon tersebut. Ini suatu daya tarik bagi para pelancong dan untuk masyarakat Tanah Toraja tetap menganggap tempat tersebut suci seperti anak yang baru lahir.

Penempatan jenazah bayi di pohon ini juga disesuaikan dengan strata sosial masyarakat. Makin tinggi derajat sosial keluarga itu maka makin tinggi pula tempat bayi yang dikuburkan di batang pohon Tarra tersebut. Bahkan, bayi yang meninggal dunia diletakkan sesuai arah tempat tinggal keluarga yang berduka. Kalau rumahnya ada di bagian barat pohon, maka jenazah anak akan diletakkan di sebelah barat.

Kuburan Batu, salah satu bentuk kuburan Orang Toraja

Untuk menuju Tanah Toraja yang mengagumkan ini terdapat jalur penerbangan domestik Makassar – Tanah Toraja yang saat ini hanya sekali seminggu dan memakai pesawat kecil berpenumpang delapan orang, yang memakan waktu 45 menit dari Bandara Hasanuddin Makassar. Jika lewat darat, perjalanan yang cukup melelahkan ini membutuhkan waktu selama tujuh hingga sepuluh jam.

Event menarik di kawasan wisata ini yaitu adanya upacara pemakaman jenazah (rambu solo) dan rambu tuka (pesta syukuran) yang merupakan kalender tetap tiap tahun. Selain event tersebut, para pengunjung bisa melihat dari dekat obyek wisata budaya menarik lainnya seperti penyimpanan jenazah di penampungan mayat berbentuk “kontainer” ukuran raksasa dengan lebar 3 meter dan tinggi 10 meter serta tongkonan yang sudah berusia 600 tahun di Londa, Rantepao.

Bagaimana? Tertarik melihat keunikan wisata budaya ini? Untuk mencari HOTEL MURAH di Makassar, klik disini

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tags: , , , , , , ,