<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelesir.com &#187; kota tertua di indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.pelesir.com/tag/kota-tertua-di-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pelesir.com</link>
	<description>everything for a better life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Sep 2011 07:00:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Palembang &#8211; Kota tertua di Indonesia</title>
		<link>http://www.pelesir.com/palembang-kota-tertua-di-indonesia.html</link>
		<comments>http://www.pelesir.com/palembang-kota-tertua-di-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 02:29:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sights]]></category>
		<category><![CDATA[bukit siguntang]]></category>
		<category><![CDATA[hutan wisata punti kayu]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan ampera]]></category>
		<category><![CDATA[kota tertua]]></category>
		<category><![CDATA[kota tertua di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[palembang]]></category>
		<category><![CDATA[pempek]]></category>
		<category><![CDATA[punti kayu]]></category>
		<category><![CDATA[sungai musi]]></category>
		<category><![CDATA[the amazon waterpark]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pelesir.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kota Palembang bisa dijadikan batu pijakan sebelum melangkah ke berbagai obyek wisata di berbagai kabupaten dan kota lain di daerah ini. Sebagai kota tua, kota &#8220;pempek&#8221; ini memiliki segudang obyek wisata unggulan baik berupa peninggalan sejarah, budaya, maupun juga obyek wisata alam berupa Sungai Musi dengan Jembatan Ampera-nya. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pelesir.com/makassar-the-complete-city-tour-in-eastern-indonesia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: MAKASSAR &#8211; The Complete City Tour in Eastern Indonesia'>MAKASSAR &#8211; The Complete City Tour in Eastern Indonesia</a></li>
<li><a href='http://www.pelesir.com/pesona-kota-ambon.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pesona Kota Ambon'>Pesona Kota Ambon</a></li>
<li><a href='http://www.pelesir.com/solo-city-indonesia-culinary-heaven.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Solo City &#8211; Indonesia Culinary Heaven'>Solo City &#8211; Indonesia Culinary Heaven</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pelesir.com/wp-content/uploads/2010/03/pempek.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-410" title="pempek" src="http://www.pelesir.com/wp-content/uploads/2010/03/pempek-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kota Palembang bisa  dijadikan batu pijakan sebelum melangkah ke berbagai obyek wisata di  berbagai kabupaten dan kota lain di daerah ini. Sebagai  kota tua, kota &#8220;pempek&#8221; ini memiliki segudang obyek wisata unggulan baik  berupa peninggalan sejarah, budaya, maupun juga obyek wisata alam berupa  Sungai Musi dengan Jembatan Ampera-nya. Sungai Musi memang identik  dengan &#8220;denyut&#8221; Sumsel.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pelesir.com/wp-content/uploads/2010/03/jembatan-ampera-palembang.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-411" title="jembatan-ampera-palembang" src="http://www.pelesir.com/wp-content/uploads/2010/03/jembatan-ampera-palembang-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Secara tradisional, sungai yang membelah kota Palembang menjadi dua bagian yakni Seberang Ulu dan Seberang Ilir  ini sejak dulu berperan sebagai urat nadi perekonomian daerah ini. Tidak  saja digunakan sebagai jalur pelayaran kapal besar, Sungai Musi  dipadati pula perahu tradisional yang membawa berbagai hasil bumi, hasil  perikanan, dan lain-lain. Di kiri-kanan hampir sepanjang Sungai  Musi, dapat disaksikan deretan rumah rakit (rumah terapung) khas  Palembang. Di sungai ini pun membentang Jembatan Ampera, satu nama yang  melekat utuh bagi Kota Palembang sejak dulu. Panjang jembatan monumental  yang dibangun sekitar April 1962 tersebut mencapai sekitar 1.177 meter  dan lebar 22 meter. Barangkali karena kekhasannya itulah, maka  Sungai Musi dan Jembatan Ampea-nya, ditempatkan jajaran pariwisata  Sumsel sebagai salah satu dari sekian obyek wisata unggulan dan &#8220;trademark&#8221; kota Palembang.</p>
<p><a href="http://www.pelesir.com/wp-content/uploads/2010/03/bukit-siguntang.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-412" title="bukit siguntang" src="http://www.pelesir.com/wp-content/uploads/2010/03/bukit-siguntang-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Selain Sungai  Musi, di Palembang pun kita bisa mendatangi obyek wisata lain berupa  Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya dan Bukit Siguntang. Khusus Bukit  Siguntang yang berada sekitar 27 meter di atas permukaan laut, selama  ini disebut sebagai tempat makam raja-raja Palembang. Salah satunya  adalah makam Raja Sigentar Alam yang dijadikan tempat bersumpah beberapa  peziarah. Bukit keramat yang tidak berapa jauh dari pusat Kota  Palembang arah barat itu, selama ini ramai dikunjungi selain untuk  ziarah juga bernazar. Konon pada zaman Sriwijaya, bukit ini merupakan  tempat suci bagi penganut agama Buddha. Sebagai tempat yang disucikan,  menurut sejarah di tempat itu dulunya bermukim sekitar 1000 pendeta  Buddha.</p>
<p>Menurut catatan buku <em>Pariwisata Sumsel</em>, pada tahun  1920 di Bukit Siguntang ditemukan arca Buddha bergaya Amarawati dengan  wajah tipikal Sri Lanka dan diduga berasal dari abad XI Masehi. Arca  tersebut kini diletakkan di halaman Museum Sultan Machmud Badaruddin, di  samping Benteng Kuto Besak-salah satu benteng peninggalan sultan yang  dibangun tahun 1780 M-persis di tepi Sungai Musi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pelesir.com/wp-content/uploads/2010/03/punti-kayu.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-413" title="punti kayu" src="http://www.pelesir.com/wp-content/uploads/2010/03/punti-kayu-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kota tertua  di Indonesia ini memiliki banyak ruang publik dan paru – paru kota.  Walaupun mulai bermunculan mall – mall, tetapi tidak menghilangkan ruang  terbuka dan hijau di sana sini, ditambah dengan  kebersihannya  yang tetap terjaga. Tak jauh dari pusat kota Palembang , sekitar 6  kilometer terdapat Taman Hutan Wisata Punti Kayu. Dengan lahan seluas 50  Ha, taman hutan wisata ini menjadi sarana wisata alam satu – satunya di  kota Palembang yang telah menjadi hutan lindung sejak tahun 1938..  Berdasarkan kesepakatan antara pemerintah propinsi Sumatera Selatan  dengan Depatemen Kehutanan di tahun 1986 menjadi hutan wisata dan 10 Ha  dari luas keseluruhan dimanfaatkan sebagai sarana bagi rekreasi  keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Diantara rerimbunan pepohonan pinus, para pengunjung dapat  menikmati kesejukan udara hutan kota ini sambil berkeliling bersama  kerabat atau keluarga. Bisa juga mereka menggelar alas duduk sambil  menikmati penganan di tanah lapang berumput atau dalam sawung – sawung  yang terletak di sudut – sudut kawasan ini. Berbagai fasilitas rekreasi  juga telah dibangun. Disini terdapat kolam renang, kebun binatang mini,  arena permainan anak, telaga yang lengkap dengan perahu dan jembatannya,  area berkemah, kolam pancing, sarana olah raga dan masih banyak lagi.  Bahkan dalam waktu dekat ini sang pengelola sudah menjual paket – paket  permainan outbound serta menjadi kawasan ini sebagai sentra tanaman  hias.</p>
<p style="text-align: justify;">Kota Palembang segera juga akan memiliki arena wisata air  terbesar di luar Pulau Jawa,  &#8220;The Amazon Waterpark&#8221;. Lokasinya di  Kecamatan Alang Alang Lebar. Peresmian pembangunan &#8220;The Amazon Waterpark&#8221; telah dilakukan oleh Wali Kota Palembang, Eddy Santana  Putra pada hari Minggu (7/3/2010). Menurut Eddy Santana, pihaknya berharap pembangunan arena  permainan yang berada di kawasan terpadu Citra Grand City dapat  diselesaikan sebelum pelaksanaan SEA Games ke-26 tahun 2011 dengan  Palembang menjadi salah satu kota penyelenggaranya, sehingga dapat  menjadi wisata andalan di daerah ini. Pembangunan berbagai  fasilitas wisata di Palembang diyakini mampu<br />
meningkatkan kunjungan  wisatawan ke daerah tersebut. Arena permainan ini tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memiliki  nilai-nilai edukasi dengan latar belakang kehidupan hutan Amazon di  daratan Brazil. &#8220;The Amazon  Waterpark&#8221; dibangun di atas lahan seluas 3,5 hektare dari sekitar 200  hektare lahan yang kini dikembangkan untuk permukiman terpadu, dengan  total investasi mencapai Rp 60 miliar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tertarik berkunjung ke Palembang? Temukan <a href="http://hotels.pelesir.com/default.asp">HOTEL MURAH</a> di  Palembang <a href="http://hotels.pelesir.com/default.asp">di sini </a></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pelesir.com/makassar-the-complete-city-tour-in-eastern-indonesia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: MAKASSAR &#8211; The Complete City Tour in Eastern Indonesia'>MAKASSAR &#8211; The Complete City Tour in Eastern Indonesia</a></li>
<li><a href='http://www.pelesir.com/pesona-kota-ambon.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pesona Kota Ambon'>Pesona Kota Ambon</a></li>
<li><a href='http://www.pelesir.com/solo-city-indonesia-culinary-heaven.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Solo City &#8211; Indonesia Culinary Heaven'>Solo City &#8211; Indonesia Culinary Heaven</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pelesir.com/palembang-kota-tertua-di-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

