Ibukota dari provinsi Kalimantan Selatan ini punya segudang cerita yang menarik untuk disimak. Dari soal nama, misalnya, Banjarmasin berawal mula dari kata “Banjarmasih”, yang cikal bakalnya dapat ditarik dari nama patih Kerajaan Banjar, yakni Patih Masih atau Patih Oloh Masih. Kota ini sendiri berasal dari Desa Oloh Masih atau Kampung Melayu. Dan dalam bahasa Ngaju, Oloh Masih memang diartikan sebagai orang Melayu. Karena kesulitan menyebut Banjarmasin, orang-orang Belanda, yang melakukan penjajahan ke banyak negeri di Indonesia, menyebut Kerajaan Banjar dengan “Bandzermash”.
Kalau ke Banjarmasin tidak lengkap rasanya jika belum berkunjung ke Pasar Terapungnya. Lok Baintan sendiri tidak termasuk kedalam daerah kota Banjarmasin karena sebenarnya sudah termasuk ke daerah Kab Banjar. Dari kota Banjarmasin sendiri ke lokasi Pasar Terapung ini butuh waktu lebih kurang 30menit menggunakan klotok ataupun sejam jika membawa mobil sendiri. Aktivitas dimulai pada pukul 09.00 Wita sampai dengan 11.30 Wita. mereka menjual berbagai dagangan, seperti sayur-mayur, buah-buahan, kue-kue tradisional, dan lain-lain.
Yang tak kalah menarik adalah sistem pertukaran barang. Di sini, mata uang bukan segalanya. Ada sistem lama yang dapat menggantikan rupiah, yakni barter. Umumnya, dagangan yang akan dibarter adalah hasil bumi berupa sayur mayur dan buah-buahan. Besaran dan keberimbangan jumlah hasil barter tergantung kesepakatan antarkedua belah pihak. Jika sepakat, maka masing-masing akan mendapatkan barang sesuai keinginan dan selanjutnya digunakan untuk keperluan pribadi di rumah.
Pasar Terapung Lok Baintan juga menjadi ajang favorit juru foto dari berbagai kota di Indonesia, bahkan negara lain. Namanya sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan. Namun sayang, hal ini tidak banyak diketahui oleh warga Banjarmasin sendiri. Ironis memang. Sebuah produk atau praktek budaya sungai yang sangat langka tersebut seakan-akan tertutupi oleh entitas-entitas modern berupa ritel yang menyerbu Banjarmasin. Namun demikian, Pasar Terapung Lok Baintan nyatanya sanggup bertahan dan tetap menunjukan eksistensi dan reputasinya sebagai cerminan kehidupan Banjar yang sederhana.
Find CHEAP HOTELS in BANJARMASIN
Related posts:
Tags: Banjarmasin, Lok Baintan, pasar terapung















