Author Archive

Warisan Arsitektur Abad ke XVIII – Klenteng Hok An Kiong Surabaya

Posted on May 6, 2010 by adminLeave a comment

Klenteng ini merupakan klenteng tertua di Surabaya. Meski berumur hampir dua abad, bangunannya masih terlihat gagah. Padahal konstruksi bangunannya tidak menggunakan paku atau logam sebuahpun. Berlokasi di pertigaan Jalan Coklat dan Jalan Slompretan, bangunan tua nan unik ini merupakan saksi kedatangan orang – orang Tionghoa di Surabaya pada abad ke-18. Mereka adalah pendatang gelombang kedua yang terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Pada awal kedatangan, mereka memilih bermukim di Topekong Straat yang sekarang dikenal menjadi Jalan Coklat, salah satu kawasan Pecinan Surabaya.

Lokasi yang ditempati klenteng sekarang dulunya adalah sebuah lapangan rumput. Lapangan ini biasa digunakan menetap sementara para awak perahu-perahu tongkang yang datang dari Tiongkok. Tempat tersebut memang terletak di daerah Surabaya Utara yang lokasinya sangat dekat dengan pelabuhan. Dari pemukiman sementara itulah, kemudian muncul ide untuk mendirikan klenteng. Pada tahun 1830 ide tersebut direalisasikan oleh Hok Kian Kong Tik Soe, perkumpulan orang Tionghoa dari propinsi Hokkian. Tujuannya, selain untuk ibadah, klenteng ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat berteduh bagi yang membutuhkan.

Proses pembangunannya tidaklah mudah. Tukang-tukang dan perlengkapan semua didatangkan dari Tiongkok. Hebatnya, konstruksi bangunan tidak menggunakan paku ataupun logam sebuahpun. Untuk mengaitkan antar bagian digunakan potongan bambu yang diruncingkan. Tapi, ketahanannya tidak bisa dipandang sebelah mata. Ruang-ruang klenteng dilengkapi dengan bangsal yang layak bagi yang akan tinggal sementara di sana. Walau suku Hokkian yang mendirikan, klenteng ini tidak tertutup untuk beribadah bagi golongan manapun. Tertarik untuk mengunjungi wisata budaya ini? Klik disini untuk menemukan HOTEL MURAH di Surabaya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tags: ,

Berburu Barang Murah di BATAM

Posted on April 27, 2010 by adminLeave a comment


Bingung mencari barang pengisi rumah dan lain – lain? Kalau di Batam hal itu bukan menjadi masalah. Batam memiliki pasar yang unik yaitu Pasar Seken yang terletak di depan Plaza Aviari Batu Aji. Sesuai namanya pasar ini menjual barang bekas dengan kualitas bagus. Dulunya pasar ini hanya menjual furniture, namun lama-lama semakin berkembang bahkan ke mainan anak. Meskipun penampilannya tradisional tidak jarang ditemui barang bermerk dengan harga miring di sana. Banyak pembeli yang memanfaatkannya untuk dijual kembali dengan harga normal. Selamat berburu saat berlibur di Batam. Temukan HOTEL MURAH di Batam di sini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tags: , , ,

Kisah Cinta dibalik Lumpia Semarang

Posted on April 25, 2010 by adminLeave a comment

Bila ke Semarang, jangan lupa mencicipi kuliner khas kota ini, LUMPIA. Tidak harus ke Semarang memang, bila sekedar ingin merasakan kelezatannya. Di berbagai kota pun, makanan ini mudah didapat, termasuk yang ditambahi embel-embel “asli Semarang”. Namu lumpia yang benar-benar asli Semarang, tentu mempunyai kelezatan berbeda. Terutama yang namanya sudah melegenda, seperti lumpia Gang Lombok, yang memiliki keistimewaan pada racikan rebungnya yang tidak berbau, serta campuran telur dan udangnya tidak amis. Kelezatannya menggoda berbagai kalangan untuk menikmatinya. Bahan-bahannya pun mengandung energi yang sangat diperlukan tubuh, energi “yin yang”,  yang berkhasiat “ekstra”, menambah keperkasaan dan membuat panjang umur.

Buah Cinta

Lumpia Semarang, memiliki riwayat  semenarik cita rasanya. Makanan yang sudah menyebar hampir di semua kota di Indonesia ini, berlatar kisah cinta sepasang anak manusia dari etnik Tionghoa dan Jawa. Sekitar pertengahan abad ke-19, Tjoa Thay Joe, kelahiran Fujian, Tiongkok, datang dan menetap di Semarang. Di kota ini, Thay Joe berbisnis membuat dan menjual sejenis makanan khas kota kelahirannya.

Di Semarang sendiri telah ada Mbok Wasih yang berjualan makanan menyerupai yang dibawa Thay Joe, namun beda isi. Makanan yang dibawa Mbok Wasih berisi udang dan kentang, sedangkan jualan Thay Joe berisi daging babi dan rebung. Awalnya mereka bersaing, namun kemudian saling jatuh cinta dan menikah. Pernikahan tersebut ternyata juga berhasil memadukan dua macam makanan yang awalnya membuat mereka bersaing. Makanan perpaduan inilah yang kemudian dikenal sebagai Lumpia Semarang. Isinya tidak lagi daging babi atau kentang, melainkan ikan pihie dicampur udang dan rebung.

Nama Lumpia sendiri berasal dari kata “Olympia”, Olympia Park, sebuah pasar malam yang diadakan Belanda, tempat Thay Joe dan Wasih biasa berjualan. Orang kemudian mengenal makanan ini sebagai “Lumpia”, karena kesulitan melafalkan kata “Olympia”. Tertarik untuk mencoba kelezatan Lumpia Semarang? Atau setelah membaca artikel ini, Anda ingin berpelesir ke Semarang? Klik di sini untuk mencari HOTEL MURAH di Semarang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tags: , , , , , ,